Berbicara tentang mahasiswa baru kemungkinan besar akan mengarah ke pembicaraan mengenai remaja yang baru lulus dari bangku sekolah menengah atas. Sedikit “culun”—kecuali yang sedikit gaul—buta dengan dunia kampus, dunia yang tidak dijadwal masuk jam tujuh pagi pulang jam dua siang.
Mulai suka untuk mencari jati diri dan senang menanyakan who am I? punya pandangan baru untuk berpenampilan lebih keren karena tidak lagi memakai seragam putih abu-abu, berpakaian preman dan bebas memilih baju yang terbaik untuk disandang ke kampus. Persoalannya adalah apa memang demikian gambaran yang akan dituju oleh sahabat-sahabati mahasiswa baru?
Dunia kampus menjadi lingkungan baru (new social environment) bagi mahasiswa baru. Dunia ini—jika ditelaah lebih jauh—tidak jauh berbeda dengan dunia masa SMA. Hanya berbeda pakaian, pergaulan: tidak semua mahasiswa kenal dengan mahasiswa lainnya dalam satu kampus, rasa individualistik tinggi dan tidak sekomunal waktu SMA,3 kemandirian: dulu masih hidup serumah dengan orang tua sekarang harus mengurusi mandi, makan, kuliah dan pacarnya sendiri—tentunya bagi yang punya pacar, serta manajemen waktu yang berbeda: dulu aktif masuk jam tujuh hingga jam dua siang, sekarang tidak teratur. Jadwal kuliah disesuaikan dengan waktu dosen dan tenaga pengajar yang ada.