Kamis, 27 Oktober 2011

Pendidikan dan Pembangunan

TESIS bahwa pendidikan memberi kontribusi secara signifikan terhadap pembangunan ekonomi telah menjadi kebenaran yang bersifat aksiomatik. Berbagai kajian akademis dan penelitian empiris telah membuktikan keabsahan tesis itu.
Buku terakhir William Schweke, Smart Money: Education and Economic Development (2004), sekali lagi memberi afirmasi atas tesis ilmiah para scholars terdahulu, bahwa pendidikan bukan saja akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, memiliki pengetahuan dan keterampilan serta menguasai teknologi, tetapi juga dapat menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, investasi di bidang pendidikan tidak saja berfaedah bagi perorangan, tetapi juga bagi komunitas bisnis dan masyarakat umum. Pencapaian pendidikan pada semua level niscaya akan meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat. Pendidikan merupakan jalan menuju kemajuan dan pencapaian kesejahteraan sosial dan ekonomi. Sedangkan kegagalan membangun pendidikan akan melahirkan berbagai problem krusial: pengangguran, kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, dan welfare dependency yang menjadi beban sosial politik bagi pemerintah.
MEMASUKI abad ke-21, paradigma pembangunan yang merujuk knowledge-based economy tampak kian dominan. Paradigma ini menegaskan tiga hal. Pertama, kemajuan ekonomi dalam banyak hal bertumpu pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, hubungan kausalitas antara pendidikan dan kemajuan ekonomi menjadi kian kuat dan solid. Ketiga, pendidikan menjadi penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi, yang mendorong proses transformasi struktural berjangka panjang. Sebagai ilustrasi, Jepang adalah negara Asia pertama yang menjadi pelopor pembangunan perekonomian berbasis ilmu pengetahuan. Setelah Jepang, menyusul negara-negara Asia Timur lain seperti Singapura, China, Taiwan, Hongkong, dan Korea Selatan.

Inilah Kami, HmI Koorkom Unmul.

1. Status Pengurus
Sesuai dengan ketentuan yang termaksud pada bab II bagian VII pasal 36 anggaran rumah tangga HMI mengenai status Koordinator Komisariat dalam struktur organisasi umumnya dan pimpinan khususnya, status Koordinator Komisariat adalah:
a.    Koordinator Komisariat adalah badan pembantu Pengurus Cabang
b.    Koordinator Komisariat HMI dibentuk untuk mengkoordinir beberapa komisariat
c.    Masa jabatan pengurus Koordinator Komisariat  disesuaikan dengan masa jabatan Pengurus Cabang

2.    Tugas Dan Kewajiban Pengurus Koordinator Komisariat
a.    Melaksanakan dan mengembangkan kebijakan Pengurus Cabang tentang berbagai tugas organisasi di wilayahnya.
b.    Mewakili Pengurus Cabang dalam menyelesaikan masalah intern di lingkungan koordinasinya tanpa harus meninggalkan konsultasi.
c.    Melaksanakan dan mengembangkan kebijaksanaan khusus pengurus Cabang dalam bidang kemahasiswaan dan perguruan tinggi dalam wilayah koordinasinya.
d.    Melaksanakan segala hal yang telah diputuskan musyawarah komisariat.
e.    Memberikan bimbingan, membina, mengkoordinir dan mengwasi kegiatan-kegiatan komisariat dalam wilayah koordinasinya.
f.     Membentuk komisariat persiapan.
g.    Meminta laporan dalam lingkungan koordinasinya.
h.    Menyampaikan laporan kerja wnam bulan sekali kepengurusan setiap semester kepada Pengurus Cabang.
i.      Menyelenggarakan musyawarah Koordinator Komisariat selambat-lambatnya dua bulan setelah konfercab.
j.      Memberikan laporan kerja pada muskom.

Sebagaimana badan pembantu Pengurus Cabang, Koordinator Komisariat berfungsi diantaranya adalah sebagi kordinator yang melaksanakan dan mengembangkan kebijakan pengurus Cabang tentang berbagai masalah atau menyelesaikan persoalan-persoalan intern HMI dilingkungan koordinasinya tetapi lebih penting lagi dimaksudkan untuk menyerasikan gerak langkah organisasi selaras dan sejalan dengan kebijakan PC yang berpedoman kepada ketetapan-ketetapan kongres sebagai instansi pengambilan keputusan.

Science dan Sufisme

Judul ini bisa langsung digugat: apa mungkin mengkaitkan Sufisme dan Fisika Modern? Sufisme atau tasawuf biasanya dikaitkan dengan  tazkiyat al nafs (mensucikan diri), ishlah al qalb (pembersihkan hati) dari akhlak-akhlak tercela, pendekatan diri kepada Tuhan serta kehidupan spiritual lainnya. Sementara Fisika merupakan ilmu modern untuk menerangkan interaksi antara energi dan materi mulai dari partikel-partikel elementer seperti quark, elektron, dan proton sampai benda-benda makroskopis seperti bintang dan galaksi. Fisika berkaitan dengan materi yang tangible (dapat dipegang) atau hal-hal yang dapat diterangkan secara rasional.
Titik kontras yang lain adalah pandangan awam bahwa belajar tasawuf atau menjadi sufi sering disalahartikan sebagai suatu bentuk kehidupan yang egoistik. Untuk mencapai tujuan, seorang sufi dipersepsikan musti meninggalkan kehidupan material keduniaan, meninggalkan keramaian, mengasingkan diri dari pergaulan manusia, bahkan sampai ekstrimnya berhubungan dengan manusia hanya akan menganggu dirinya untuk bercengkerama dengan Tuhan. Sementara untuk belajar Fisika, yang pertama kali dihadapi adalah benda yang ditemui sehari-hari, dan kemudian dilihat sifat dan perilaku material, serta kemudian dilakukan percobaan atau pengamatan di laboratorium atau di lapangan sehingga ditemukan hukum-hukum Fisika yang obyektif, dapat diulang dan konsisten. Hal-hal yang bersifat spiritual atau yang tidak rasional harus ditinggalkan di Fisika. Belajar Fisika dapat dilakukan oleh semua orang pada semua jenjang, namun untuk belajar menjadi sufi seseorang harus melewati suatu maqam-maqam tertentu yang tidak mudah.

Sejarah Himpunan Mahasiswa Islam


A. DEFINISI SEJARAH
Sejarah adalah pelajaran dan pengetahuan tentang perjalanan masa lampau ummat manusia, mengenai apa yang dikerjakan, dikatakan dan dipikirkan oleh manusia pada masa lampau, untuk menjadi cerminan dan pedoman berupa pelajaran, peringatan, kebenaran bagi masa kini dan mendatang untuk mengukuhkan hati manusia.
B. LATAR BELAKANG SEJARAH BERDIRINYA HMI
Kalau ditinjau secara umum ada 4 (empat) permasalahan yang menjadi latar belakang sejarah berdirinya HMI. 
Situasi Dunia Internasional
Berbagai argumen telah diungkapkan sebab-sebab kemunduran ummat Islam. Tetapi hanya satu hal yang mendekati kebenaran, yaitu bahwa kemunduran ummat Islam diawali dengan kemunduran berpikir, bahkan sama sekali menutup kesempatan untuk berpikir. Yang jelas ketika ummat Islam terlena dengan kebesaran dan keagungan masa lalu maka pada saat itu pula kemunduran menghinggapi kita. Akibat dari keterbelakangan ummat Islam , maka munculah gerakan untuk menentang keterbatasan seseorang melaksanakan ajaran Islam secara benar dan utuh. Gerakan ini disebut Gerakan Pembaharuan. Gerakan Pembaharuan ini ingin mengembalikan ajaran Islam kepada ajaran yang totalitas, dimana disadari oleh kelompok ini, bahwa Islam bukan hanya terbatas kepada hal-hal yang sakral saja, melainkan juga merupakan pola kehidupan manusia secara keseluruhan. Untuk itu sasaran Gerakan Pembaharuan atau reformasi adalah ingin mengembalikan ajaran Islam kepada proporsi yang sebenarnya, yang berpedoman kepada Al Qur'an dan Hadist Rassullulah SAW.
Dengan timbulnya ide pembaharuan itu, maka Gerakan Pem-baharuan di dunia Islam bermunculan, seperti di Turki (1720), Mesir (1807). Begitu juga penganjurnya seperti Rifaah Badawi Ath Tahtawi (1801-1873), Muhammad Abduh (1849-1905), Muhammad Ibnu Abdul Wahab (Wahabisme) di Saudi Arabia (1703-1787), Sayyid Ahmad Khan di India (1817-1898), Muhammad Iqbal di Pakistan (1876-1938) dan lain-lain.

Jadwal Kajian NDP

Dalam rangka meningkatkan kualitas pemahaman kader terkait Ideologi kelembagaan - yang selanjutnya disebut NDP - maka disusunlah program kajian rutin NDP. Hal ini juga dimaksudkan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari persiapan kematangan kader mengikuti LK II atau Intermediate Training.

Kajian rutin ini bersifat pendalaman, dimana setiap kader diberikan ruang yang luas untuk mengungkapkan pendapat dan kritiknya baik dari segi kontens atau isi materi maupun metodologi penyampaian materi yang berlangsung. Target dari kajian ini adalah hadirnya para kader yang bergerak sesuai dengan ideologi kelembagaan sehingga memiliki nilai khas yang berbeda dari para aktivis lainnya. Sikap inklusif, toleran dan kritis menjadi bagian yang tak terpisahkan dari para peserta kajian tersebut. Oleh karena itulah, penjadwalan terhadap hal tersebut dipandang perlu untuk dipublikasikan. Berikut adalah jadwal lengkapnya :

1. Rabu, 26-10-2011
Muatan Materi : NDP Bab I. Dasar-dasar Kepercayaan
Fasilitator : Kanda Julpadli, SE
Moderator : Dinda Ali Yamin Ishak

2. Kamis, 27-10-2011
Muatan Materi : Lanjutan NDP Bab I. Dasar-dasar Kepercayaan
Fasilitator : Kanda Julpadli, SE
Moderator : Dinda Ali Yamin Ishak

3. Jum'at, 28-10-2011
Muatan materi : Uji Kompetensi Pemahaman Peserta
Fasilitator dan Moderator : Kanda Julpadli, SE

4. Selasa, 01-11-2011
Muatan Materi : NDP Bab II. Pengertian-pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan
Fasilitator : Kanda Julpadli, SE
Moderator : Dinda Sukaria